Minggu, 12 Februari 2012

INJEKSI HUFF AND PUFF SURFAKTAN DI LAPANGAN TAC PERTAMINA EP - BWP MERUAP JAMBI

Persiapan Unit Operasi Huff and Puff Surfaktan di Sumur M-44

Suatu kehormatan bagi saya tentunya bisa ikut serta dalam pengerjaan project Huff and Puff Surfaktan di lapangan minyak TAC Pertamina EP-BWP Meruap. Mengapa tidak, karena bidang EOR adala memang bidang yang sangat saya tekuni dan gemari. Setidaknya dengan mengikuti proyek ini dapat menambah ilmu, wawasan, dan pengalaman dalam mengerjakan proyek-proyek EOR lainnya dikemudian hari.
saya yang pake baju merah bersama tim LAPI ITB (baju biru)

Lapangan Meruap merupakan salah satu unit operation di bawah bendera Samudra Energy. Lapangan TAC Pertamina EP-BWP Meruap terletak di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Ya sekitar 4 jam dari bandara Sutan Thaha. Cukup jauh memang, namun demi ilmu dan menggali pengalaman jarak dan kerasnya medan bukanlah menjadi persoalan. Seperti diluar bayangan, sarolangun termasuk kota yang maju loh ternyata.

Gambar di atas merupakan penyusunan lay out unit operasi persiapan injeksi huff and puff lapangan Meruap. Adapun beberapa peralatan yang dibutuhkan dalam operasi Huff and Puff surfaktan ini adalah sbagai berikut:
1. Tangki Mixer yang biasa dipakai cementing (2x50 bbl)
2. Workover rig untuk setting dan cabut pasang pompa serta cubing
3. Tangki penampung air (2x300 bbl)
4. Tangki penampung larutan surfaktan (2x160 bbl)
5. Line-line injeksi
6. Pompa injeksi
 

Setelah dilakukan persiapan tersebut, dan semua unit operasi sudah moving ke lapangan, kemudian dilakukan briefing terlebih dahulu oleh perwakilan manajemen BWP Meruap yang diwakili oleh Pak Afar dan Pak Bambang. Hal ini merupakan suatu keharusan dalam setiap mau start pengerjaan di lapangan kita harus safety briefing dan pengarahan lainya yang dianggap perlu demi kelancaran injeksi huff and puff dilapangan meruap.

Safety Briefing dan Sambutan Management (coveral orange)

Setelah dilakukan pengarahan kemudian proses mixing surfaktan dengan air pun di mulai. Surfaktan yang dipakai adalah service kerja sama dengan LAPI ITB. Jenis surfaktannya adalah S13A* dengan konsentrasi 0,3%. Setelah mixing, dilakukan quality control dengan uji pH untuk membuktikan bahwa larutan yang sudah kita buat sudah homogen dan memenuhi standar ketika pengujian di lab sebelumnya. Sehingga nantinya surfaktan ini dapat bekerja dengan baik dalam menurunkan IFT dan mendorong minyak keluar.


Analisa Sample Surfaktan Sebagai standar QC (saya yang pakai helem merah)

Setelah dilakukannya QC kemudian larutan surfaktan di injeksikan dengan rate pompa yang awalnya 2 bpm, namun kemudian terus turun akibat tingginya pressure didalam reservoir. Proses pemompaan dilakukan secara kontinue sampai mencapai target volume total injeksi sebesar 3000 bbl larutan surfaktan. Total waktu yang diperlukan dalam injeksi huff and puff di smur minyak M-44 selama 4 hari. Hal ini juga diakibatkan sedikitnya pasokan air di lapangan Meruap untuk pengenceran larutan surfaktan.

 Saya yang ebelah kiri pake coveral biru dongker

Selam pengerjaan huff and puff ini saya witness terus dilapangan 24 jam. Benar-benar merasakan bagaimana nge-job malam dan pagi dini hari. Selain itu pengalaman yang menarik yaitu tidur diportacamp. Tentunya pengalaman tersendiri yang bisa memgukir banyak cerita bagi saya dalam menekuni bidang oil and gas yang merupakan impian saya sejak kecil dulu.

Mungkin ada diantara beberapa teman-teman yang masih bingung, sebenarnya apa sih huff and puff itu? Baiklah saya akan coba menjelaskannya sesuai ilustrasi gambar di atas. Huff and Puff adalah suatu proses meinjeksikan larutan surfaktan ke dalam suatu sumur, kemudian didiamkan (soaking) beberapa waktu setelah itu diproduksikan kembali. Jadi Huff and Puff itu menginjeksikan bahan kimia ke dalam suatu sumur serta memproduksikan pada satu sumur yang sama. Huff and Puff awalnya adalah injeksi steam yang dilakukan Chevron di beberapa sumur minyak mereka di Riau. Kemudian istilah huff and puff ini bukan hanya untuk steam, tetapi juga bisa dipakai untuk istilah injeksi chemical. Huff and Puff surfaktan ini nantinya diharapkan menjadi pilot project EOR di Meruap. Apalagi kita semua tau bahwa  produksi minyak di Indonesia cenderung menurun. Mau tidak mau EOR harus sudah mulai digagas agar pencapaian target 1 juta barrel pada tahun 2014 bisa terwujud,amin...

 Pola Aliran Surfaktan di Reservoir

Setelah di injeksikan, kemudian sumur tersebut didiamkan selama 5 hari. Hal ini dimaksudkan agar terjadi emulsi pemisahan minyak dengan air dan penurunan IFT oleh surfaktan. Dengan demikian sisa-sisa minyak yang tersisa akan terlepas dari batuan reservoir. Larutan surfaktan ini akan terus bergerak untuk melepaskan minyak dari reservoir. Yang awalnya sumur minyak memiliki water cut yang cukup tinggi bisa menjadi berkurang (water cut-nya turun).

 Sumur M-44 setelah injeksi Huff and Puff Surfaktan (Proses Soaking)

Setelah proses soaking (perendaman), kemudian sumur diproduksikan kembali. Namun ketika saya menulis blog ini, sumur M-44 masih pada tahapan soaking. Jadi saya belum bisa memaparkan bagimana hasilnya. Namun demikian, saya dapat menjelaskan gambaran bagaimana profil produksi sumur injeksi huff and puff surfaktan sebagai berikut:

Ketika sumur tersebut kembali kita produksi, tidak serta merta langsung keluar minyak. Namun secara bertahap setelah beberapa lama baru minyak yang terproduksi akan naik dengan signifikan. Namun kemudian setelah beberapa lama diproduksikan lagi minyaknya akan turun kembali. Makanya untuk memaksimalkan tersebut dilakukan injeksi secara kontinue dengan memulai pola injeksi pada sumur injeksi dan memproduksinya di sumur produksi sebagaimana konsep EOR dengan metode chemical flooding. Dari beberapa sumuber informasi media cetak dan eletronik yang saya ketahui, bahwa Chevron Minas sudah selesai melaksanakan pilot project untuk EOR chemical flooding dengan surfaktan. Kalau tidak ada hal yang mengganjal, berdasarkan informasi yang saya baca juga, kemungkinan awal tahun 2012 ini sudah jalan. Tentunya ini akan menjadi proyek mercusuar chemical injeksi terbesar dan pertama di Indonesia.

 Monitoring Pompa Injeksi Huff and Puff

Dalam pemilihan sumur injeksi ini tentunya ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, diantaranya adalah sebagai berikut ini:
1. Recovery factor disuatu lapangan sebaiknya tidak lebih dari 40% pada lapisan reservoir yang diinjeksi huff and puff.
2. Sumur yang menjadi kandidat huff and puff pernah memproduksi minyak dengan laju alir yang baik dngan watercut yang tidak tinggi pada awalnya.
3. Pada kondisi sekarang sumur memiliki watercut yang tinggi atau tiba-tiba WC meningkat secara signifikan.
4. Tidak berada pada daerah aquifer.
5. Mengetahui sisa cadangan dengan cara menghitung kumulatif produksi terhadap volumetrik cadangan sumur pada drainage area tertentu.
6. Tekanan reservoir tidak kurang dari 200 psi

Demikian sedikit sharing yang dapat saya sampaikan dalam blog pribadi saya ini. Harapan saya dan kita semua tentunya, semoga banyak perusahaan minyak di Indonesia mulai tergerak melakukan project EOR. Karena usia sumur-sumur minyak kita rata-rata sudah banyak yang tua dan water cutnya mencapai 98-99%. Saya yakin sekali bahwa EOR adalah solusi tercepat yang bisa kita lakukan dalam meningkatkan produksi minyak Indonesia. Kalau dibandingkan dengan kegiatan eksplorasi dan drilling, justru EOR ini tingkat kepastian dapat minyaknya jauh lebih besar dan costnya juga tidak begitu mahal bila dibandingkan dengan biaya eksplorasi dan pengeboran. Proyek EOR di Indonesia hanya butuh sebuah KOMITMENT dari pemerintah dan kontraktor oil and gas untuk bersinergi dalam meningkatkan produksi minyak. Apalagi pemerintah indonesia informasinya sudah memberikan insentif bagi perusahaan oil and gas yang ada di Indonesia yang mengerjakan proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) ini. So tunggu apa lagi??? Produksi indonesia diatas 1 juta barrel bukan mimpi lagi kok kalau kita semua ada kemauan :)

Oleh: Zulfikar (EOR Engineer)

Selasa, 08 November 2011

MENGGALI POTENSI COAL BED METHANE (CBM) SEBAGAI SUMBER ENERGI MASA DEPAN


Coal Bed Methane atau dikenal dengan istilah CBM merupakan salah satu sumber energi alternatif yang relatif masih baru di Indonesia, yang saat ini sedang hangat-hangatnya dibicarakan. Sumber energi ini dapat diperbaharui penggunaannya. Gas metane yang diambil dari lapisan batubara ini dapat digunakan sebagai energi untuk berbagai kebutuhan manusia. Walaupun asal usulnya dari energi fosil yang tidak terbarukan, tetapi gas ini masih terus akan terproduksi bila lapisan batubara tersebut masih ada. Dalam artikel yang sederhana ini saya mencoba memberikan sedikit sharing informasi untuk kita semua mengenai CBM. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan kita semua mengenai CBM dan potensinya sebagai salah satu sumber energi masa depan kita.

PENGERTIAN CBM
CBM adalah gas metana (gas alam) yang dihasilkan selama proses pembatubaraan dan terperangkap dalam batubara. CBM dikenal juga sebagai ‘sweet gas’, karena sedikitnya kandungan sulfur (dalam bentuk hidrogen sulfida). Gas metana ini terperangkap dalam batubara itu sendiri dan juga air yang ada didalam ruang pori-porinya. Porositas matriks umumnya mengacu pada ukuran cleat (retakan sepanjang batubara), dan bukan porositas batubara tersebut. Porositas ini umumnya sangat rendah jika dibandingkan cekungan tradisional (kurang dari 3%). Sumur-sumur CBM pada fase awal akan memproduksi air untuk beberapa bulan dan kemudian sejalan dengan penurunan produksi air, produksi gas metana akan meningkat karena suatu proses dewatering dapat menurunkan tekanan pada batubara dan akan melepas gas metana tersebut.


Indonesia merupakan salah satu Negara yang berpotensi untuk pengembangan CBM. Perkiraan cadangan CBM Indonesia sekitar 453.3 TCF tersebar di 11 cekungan (Advanced Resources International.inc). Saat ini ada beberapa perusahaan yang sedang melakukan studi secara komprehensip untuk menghitung dan menganalisa potensi CBM di Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Ombilin, Barito, Tarakan Utara, Kutai, dan Berau.

Gas metana terbentuk di dalam batubara melalui dua proses yaitu thermogenic gas dan biogenic gas sekunder. Dalam hal ini CBM yang paling dicari untuk eksplorasi adalah yang terbentuk secara thermogenic.

Thermogenic gas terbentuk secara alami melalui proses pembatubaraan (coalification process) yang merubah humic organic material menjadi batubara. Gas tersebut termasuk metana, CO2, dan bisa juga etana dan propane. Sedangkan biogenic gas sekunder terbentuk pada masa geologi saat ini melalui mikroorganisme anaerobic yang terbawa dalam system air bawah tanah yang aktif setelah proses pembatubaraan selesai. Baik thermogenic maupun biogenic metana secara fisik diadsorpsi sebagai lapisan monomolecular pada lapisan permukaan dari pori-pori di dalam matrix batubara. Metana tertahan di dalam oleh tekanan hidrostatik air dalam batubara. Rekahan alami di dalam batubara selain berisi air juga memiliki permeabilitas atau kemampuan untuk mengalirnya fluida. Dalam sumur CBM, air biasanya terproduksi di awal yang menghasilkan penurunan tekanan reservoir. Proses ini dinamakan dewatering phase dalam suatu sumur CBM. Sejalan dengan penurunan tekanan, gas metana secara difusi keluar dari matrix batubara melalui rekahan batubara yang saling terhubung. Batubara ini merupakan reservoir yang sangat unik karena terdapat source rock, reservoir dan juga trap didalamnya.



CBM merupakan sumber bahan bakar yang bersih dan lebih ramah terhadap lingkungan daripada minyak bumi, batubara, dan bahkan bahan gas konvensional lainnya. CBM mempunyai potensi yang tinggi secara ekonomi. Akan tetapi CBM di bawah kedalaman 5000 ft kurang mempunyai potensi ekonomi. Proyek CBM harus mempertimbangkan seperti ketebalan lapisan batubara, kandungan gas, permeabilitas, hydrodynamic, kualitsa gas, kualitas air dan opsi pembuangan air, kedalaman dan teknik penyelesaian (completion). Dengan perancangan yang baik dan evaluasi proyek dengan memprtimbangkan hal-hal tersebut, maka tingkat keberhasilan proyek CBM akan sangat tinggi dan menguntungkan.

Beberapa karakteristik batubara yang cocok untuk CBM adalah sebagai berikut:
ü  Kandungan gas yang tinggi: 15 m3 – 30 m3 per ton
ü  Permeabilitas yang bagus: 30 mD – 50 mD
ü  Dangkal: Coal seams < 1.000 m (3.300 ft). Tekanan pada kedalaman yang lebih dalam, pada umumnya terlalu tinggi untuk mengalirkan gas bahkan ketika coal seamsnya sudah selesai dewatering. Hal ini terjadi karena tekanan tinggi menyebabkan berkurangnya permeabilitas batubara
ü  Jenis batubara: Umumnya proyek CBM memproduksi gas dari Bituminous coals, akan tetapi bisa juga gas yang dihasilkan dari Anthractie.

TEKNOLOGI DAN BAGAIMANA CARA UNTUK MEMPRODUKSI CBM
Teknologi CBM telah mengalami banyak perkembangan dalam 2 dekade terakhir, akan tetapi apapun yang telah didapatkan dan dipelajari pada masa eksplorasi, karakteristik dan management reservoir dalam konteks sumber cadangan tetap harus menjadi pertimbangan utama. Lapangan CBM memiliki karakter yang berbeda-beda dan begitu pula pengelolaannya. Teknik pemboran konvensional untuk gas alam umumnya bisa diaplikasikan untuk hampir semua CBM. Sebelum pada tahap komersial, CBM dapat diproduksikan dimana pengetesan sumur dapat dilakukan pada 4 atau 5 sumur  pertama. Pemboran CBM umumnya hampir sama dengan pemboran untuk minyak dan gas. Bahkan dalam beberapa daerah , peralatan pemboran yang dipakai hampir sama dengan pemboran untuk sumur air. Selain itu, dibeberapa tempat pemboran berarah (directional drilling) dan pemboran horizontal diterapkan untuk mengoktimalkan produksi dan juga tergantung daerah atau lapangan CBM-nya.

Pemboran horizontal sekarang ini sedang dirintis untuk pemboran CBM. Pemboran horizontal ini dilakukan dengan cara mengebor beberapa ratus kaki secara vertical kemudian dibelokkan secara horizontal sampai kurang lebih 4000 ft.




Hydraulic fracturing atau lebih dikenal sebagai Fracturing adalah suatu teknik untuk meningkatkan luas area permukaan dari batubara. Sistem fluida dan additive yang bisa digunakan pada sumur-sumur konvensional tidak cocok digunakan untuk sumur-sumur CBM. Hal ini dikarenakan lapisan batubara mempunyai katakteritik yang unik dan oleh karenanya dibutuhkan material yang spesial. Secara umum banyak cara untuk mengembangkan CBM. Teknologi produksi termasuk pengeboran konvensional, pemboran sebelum penambangan dan pemboran horizontal seperti yang dijelaskan sebelumnya. Beberapa keberhasilan dalam mengembangkan CBM telah dicapai ketika suatu pemboran dikoordinasikan dengan pertambangan batubara. Di mana sumur-sumur dibor sampai lapisan batubara (coal bed) atau sedikit di atasnya dimana mungkin gas akan terproduksi pada saat pemboran berlangsung. Batubara kemudian ditambang dan kemungkianan lapisan atasnya akan runtuh yang membuat lubang besar dinamakan “gob” yang mungkin akan berhubungan dengan lapisan batubara di atas lapisan utamanya. Gas yang terakumulasi di gob kemudian dipompa melalui sumur-sumur yang ada.


POTENSI CBM DI INDONESIA
Di Indonesia telah ditemukan banyak potensi untuk lapangan CBM ini. Dari studi awal diperoleh sekitar 213 TCF CBM gas in place dimana Indonesia memiliki potensi CBM ke-7 di dunia. Studi paling mutakhir sekitar 453.3 TCF potensial CBM yang tersebar di 11 basin coal di Indonesia. Meskipun Indonesia memiliki potensi CBM yang sangat besar, akan tetapi lingkungan atau daerah yang harus dikembangkan hampir semuanya merupakan daerah yang memiliki karakter yang sangat menantang. Terdapat 11 potensi CBM di Indonesia yang telah diidentifikasi, yaitu di Ombilin, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jatibarang, Barito, Kutai, Tarakan, Berau, Pasir, Asam-asam, dan Sulawesi Tenggara, dengan cadangan terbesar di Sumatra Selatan sebesar 183 tcf. Saat ini, sebagai bagian dari upaya eksplorasi, sejak bulan April 2005 telah dilakukan pengeboran satu sumur di Pandopo Rambutan, Prabumulih, Sumatra Selatan oleh Badan Litbang ESDM dan Lemigas. Diharapkan produksi CBM ini dapat dijadikan alternatif untuk pembangkit tenaga listrik, terutama di daerah Sumatra Selatan.

oleh : Zulfikar (CBM Business Development Team Samudra Energy)

MENUMBUHKAN KEMBALI SEMANGAT SUMPAH PEMUDA UNTUK MENGEJAR PRESTASI, MERAIH MIMPI, UNTUK NEGERI


Pada tanggal 28 Oktober 2011 kemaren, kita sebagai warga negara Indonesia kembali merayakan Hari Sumpah Pemuda yang pernah terjadi di tahun 1928. Hal ini berarti sudah terjadi 83 tahun yang lalu, tetapi kita tidak boleh melupakan apa yang menjadi semangat para pemuda pada masa itu, yang akhirnya membawa bangsa Indonesia meraih kemerdekaannya. Karena keberadaan Sumpah Pemuda inilah yang merupakan batu pijakan untuk bangsa Indonesia meraih kemerdekaan.
Sebagai pemuda yang hidup di zaman setelah kemerdekaan, tentunya kita tidak lepas dalam mengemban amanah melanjutkan semangat sumpah pemuda tersebut. Salah satu yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan kemampuan diri untuk menjadi generasi unggul Indonesia guna memberikan kemajuan yang konkrit bagi bangsa Indonesia.
Bentuk sumbangsih kita sebagai pemuda tidaklah berlebihan kepada hal-hal yang bukan menjadi jangkauan bagi kita. Namun, melakukan hal kecil lainnya yang benar-benar bermanfaat untuk masyarakat sekitar itu justru sudah bisa dikatakan sumbangsih konkrit kita sebagai pemuda Indonesia. Contohnya yaitu berprestasi pada bidang yang kita tekuni masing-masing, serta saling membahu membangun kerjasama yang baik untuk kemajuan bersama.
Melalui artikel sederhana ini, saya ingin mencoba menumbuhkan kembali semangat sumpah pemuda kita yang saat ini sudah mulai terkikis oleh kemajuan zaman. Disini saya juga akan sedikit berbagi mengenai pengalaman pribadi saya ketika diundang menjadi narasumber acara Kick Andy sebagai mahasiswa/pemuda berprestasi. Ketika itu, 9 Juni 2010 saya berangkat dari Kampus ITS Surabaya menuju ke Jakarta. Bagai mimpi dan serasa tidak percaya!!! Ya bagaimana tidak, karena itu semua tidak ada dalam bayangan saya sebelumnya. Saya sangat suka menonton acara Kick Andy yang memberikan suguhan kisah inspiratif, namun ternyata sekarang giliran saya yang menjadi narasumber bukan penontonnya lagi. Ya itulah pengalaman yang saya rasakan ketika saya dan Tim Ba-Na Gyzer di undang menjadi narasumber acara Talkshow terbaik di Indonesia, KICK ANDY dengan tema Mengejar Prestasi Meraih Mimpi untuk Negeri yang ditayangkan tanggal 25 Juni 2010 yang lalu.


 
Undangan ini merupan bentuk apresiasi atas prestasi tim Ba-Na Gyzer yang telah banyak menyabet juara I Nasional lomba karya tulis dan karya inovasi mahasiswa tingkat nasional. Menjadi mahasiswa/pemuda berprestasi saat itu, bagi saya bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan secara berlebihan, karena kita percaya dibalik itu semua ada tanggung jawab moral yang harus kita emban baik untuk diri pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, apa yang saya lakukan belumlah maksimal dan mungkin tidak sebanding dengan apa yang dilakukan oleh pemuda-pemudi Indonesia lainnya, terlebih lagi bagi pemuda-pemudi di tahun 1928. Namun, setidaknya disini kita ingin menunjukan bawa kita memiliki semangat untuk melanjutkan perjuangan mereka dalam memajukan Bangsa Indonesia.

Dari pengalaman tersebut banyak memberikan pembelajaran bagi saya. Di sana saya bertemu banyak pemuda-pemudi bangsa yang sungguh luar bisa. Hal itu membisikkan optimisme didalam hati saya bahwa kita sebagai generasi penerus bangsa bisa kok melakukan sesuatu yang dapat membanggakan bangsa dan memajukan Negara Indonesia tercinta. Diantara carut marutnya kondisi politik bangsa dan bisingnya genderang-genderang perebutan kekuasaan, ternyata pemuda-pemudi Indonesia bisa terus menunjukkan prestasinya dan memberi isyarat bahwa kita layak dan bisa apabila diberi kesempatan. Salah satu yang membuat saya terkesan sebagai narasumber acara kick andy tersebut adalah bisa memberikan inspirasi bagi banyak pemuda pemudi Indonesia untuk terus meningkatkan kemampuan diri dan mengejar prestasi untuk memajukan bangsa. Apapun latar belakang kita, suku bangsa, agama, etnik, dan bahasa  namun kita adalah tetap satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa sebagaimana yang telah diikrarkan oleh pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 silam.

Beberapa inspirasi semangat sumpah pemuda yang dapat kita ambil diantaranya adalah sebagai berikut:

1.Semangat Kesatuan
Semangat kesatuan adalah hal penting yang perlu kita miliki. Masihkah ingat dengan analogi yang sering digunakan selama masa kita sekolah dahulu. Satu batang lidi akan dengan mudah dipatahkan, tetapi jika lidi – lidi disatukan dan diikat, maka akan sangat sulit untuk dipatahkan. Begitu pula kita sebagai Generasi Mudanya Bangsa Indonesia, mari kita bersatu padu, bahu membahu untuk membangun dan memajukan bangsa Indonesia!

2. Semangat Pemuda
Sepanjang sejarah selalu mengatakan bahwa pemuda memiliki satu hal yang khas. Ya, semangat pemudalah yang menjadi ciri khas sebagai penerus tongkat estafet bangsa.

3. Semangat Komitmen dan Konsisten untuk Terus Meningkatkan Kemapuan Diri dalam Mencapai Visi ke depan
Para pemuda saat bersama – sama merumuskan apa yang sekarang kita kenal sebagai Sumpah Pemuda, tidak hanya sampai di tahap merumuskan saja. Mereka pun setelahnya mengambil tindakan dengan penuh komitmen dan konsisten untuk merealisasikan apa yang telah mereka rumuskan bersama dalam Sumpah Pemuda. Begitu pula dengan kita sebagai Generasi Muda Bangsa, jangan hanya berhenti hanya memiliki visi dan impian saja, tetapi beranilah mengambil tindakan dengan penuh komitmen dan konsisten untuk merealisasikan apa yang menjadi visi kita. Ingat, No Action is Nothing, Sebaik apa pun visi dan impian yang kita miliki, namun jika kita tidak pernah mengambil tindakan dengan komitmen dan konsisten, mustahil visi kita akan terwujud.

Mari dengan semangat Sumpah Pemuda, jadikan diri kita menjadi lebih optimal dan baik. Apapun bidang pekerjaan yang saat ini kita pegang, mari jadikan itu suatu wahana bagi kita untuk meningkatkan dan menunjukkan kemapuan kita, bahwa pemuda pemudi Indonesia bisa bersaing secara global dan berkarya untuk bangsanya. Selamat Hari Sumpah Pemuda 2011, Maju Terus Bangsa Indonesiaku tercinta!

by : Zulfikar